Aku membencinya, Itulah yang
selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami.
Meskipun menikahinya, Aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku
padanya. Menikah karena paksaan orangtua, Membuatku membenci suamiku
sendiri. Walaupun menikah terpaksa, Aku tak pernah menunjukkan sikap
benciku. Meskipun membencinya, Setiap hari aku melayaninya sebagaimana
tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya
pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya, tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua
orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, Suamiku
adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka. Ketika
menikah, Aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal
sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah
benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu
bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya
setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku
padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua
keinginanku.